Awal masuk sini.... beruntung BGT karna dapat kabag yg baiknya super...agamanya kuat, sering jadi imam di masjid, sering ngaji. PERFECT! At last, sebaik hati malaikat!
awalnya.. memang beruntung,
endingnya... menyedihkan bgt
Ga nyangka akhirnya penempatan disini! (ga pingin banget krn ga berhubungan sama pajak)
Cita-cita gue adalah jadi konsultan pajak sebelum jadi PNS. tapi ternyata, Allah berkehendak aku untuk jadi seorang FISKUS. Alhamdulillah... Sebuah anugrah terindah dari Allah bgt untuk aaku. Akhir desember 2013 itu, sungguh ga bisa dilukiskan dengan kata2 ketika lihat pengumuman tes cpns kemenkeu. Finally, setelah belajar keras, dan tentunya melibatkan Allah & doa orang tua, akhirnya, nothing is impossible. Ga ada yang mustahil. Aku lolos!
semenjak kebaikan Allah Yang Maha Baik, aku bertekad untuk menjadi hambanya yg lebih baik, lebih taat. Dan akhirnya Agustus 2014, aku mulai berhijab, demi hijrah ku.
namun....
pada 12 Agustus, penempatan definitif persubbag di umumkan.
Sekret lantai 7 yg nentuin. Dari sepuluh orang yg OJT di lantai 7, tinggal kita berdua 2 (dari D3) yg tetap di bagian umum.
Yang kece, cantik, dan paling dekat dengan dialah yg dipilih untuk tetap di lantai 7. Dan aku, pun.. di buang ke lantai 1.
BAGIAN yg masih (katanya) sama dengan BAGIAN UMUM. Tp ternyata kita beda, beda bgt. Tempat yg jauh terpisah, dan NASIB yg berbeda JAUH.
Udah bagian paling kecil/paling rendah (cuma tata usaha) udah gitu terpisah jauh, di lantai 1.
Sudah di bagian yang ga berhubungan dengan pajak (UMUM) di tempatkan di subbag tata usaha pula. Sebuah jalan kehidupan yg kadang menyedihkan karna tak sesuai yg di harapkan.
Bayangan kerja masuk pajak itu wow bgt. Tapi ternyata setelah ikut nyemplung di dalamnya, sungguh berbeda 100 derajat.
cerita ku sama kaya cerita di film sang pemimpi.
Kuliah tinggi2, belajar samapi begadang, tapi setelah lulus, ilmunya ga terpakai.
kerjanya hanya SORTIR surat2 di karung pos yg kotor.
#useless
CAN YOU FEEL WHAT I FEEL???
Meja kerja yang kebayang bisa di tempatin di salah satu meja kerja di lantai 7, sebelum penempatan definitif, ternyata GA ADA yg tersedia buat gue.
setelah penempatan definitif, udah malas lagi lah ke lantai 7 lagi, karna memang nasip beda jauh antara lantai 1 & 7.
Mereka di atas, dan memang keadaan mereka "di atas" dari kita di bawah lantai 1. Mereka makmur, kita pas2an.
Ex. Kalau ada acara2, sering banget kelebihan NASI BOX & SNACK yg biasanya dibagiin ke semua PEGAWAI LANTAI 7. <tiap dulu sering main ke atas, slalu liat ada kotakan snack/nasi box di meja mereka. Hampir setiap hari. Makmur bgt! ga perlu keluar uang untuk beli makan siang>
Paling kalau mereka ingat & sisanya berlebihan, baru mereka bagi ke lantai 1. Dan disini bisa kehitung dapat kotakan paling makmur sebulan dapat setidaknya sekali. kalau ga yaah sudah...
Belum lagi kalau ada acara rapim, makanan yg masih tersisa pun mereka2lah yg habiskan. Kadang pun ada dari mereka yg bungkus untuk dibawa pulang.
Belum lagi masalah DL yang memang mereka diatas lebih sering, hampir SEMUA Pegawai di sana mendapat giliran untuk DL. Ada juga yg DL HANYA numpang tanpa harus kerja keras, ex. jadi pembicara di sebuah presentasi. Pengalaman ke daerah dapat, jalan2nya dapat, belum lagi UANG nya juga lumayan. Kurang makmur apalagi?
Sudah kerjaannya membosankan, ga pernah kerja keluar, gimana ga jenuh bgt? mereka yg di atas aja udh sering DL, dan baru kerja seharian di kantor mengeluh "bosan", gimana dengan kita yg ga pernah kerja di luar kantor, & ga pernah NAIK LIFT, hanya di lantai 1 tiap hari.
Sungguh di bawah itu kebalikan dari mereka. memang kita di bawah, tidak seperti mereka yg makmur akan makanan, DL2, belum lagi kasubag mereka yg sering ajak makan di luar, etc.
#miris
Dulu kita memang bernasip sama. Tapi sekarang mungkin beda jauuh, mereka di atas, dan gue di bawah, perbedaan kita bagaikan LANGIT dan BUMI. mereka seolah lupa akan orang2 yg di bawah. Terbuai dengan semua kemewahan & kesenangan mereka di atas (terlebih teman seangkatan, yg dulu nasip kita sama bersepuluh). Tapi nasip kita sekarang sungguh berbeda jauh.
Terutama teman yg memang masih (katanya) satu bagian - BAGIAN UMUM. Mereka di atas di bagian yg "wow" (TUPIM & RT) lupa akan gue yg skrg di bagian yg "..." What a pity!
Bagian umum.... aku menyesal mengenal mu...
Tertawalah selagi kalian bisa tertawa sepuasnya
Bersenang-senanglah sepuasnya
Kalaupun kalian (pura2) ga kenal (lagi) dan mungkin ga ingin berteman lagi dengan gue yg cuma seorang pegawai rendahan di bagian yg paling rendah....
its okay. JUST DO IT.
dan aku pun ga akan mengenal kalian di kehidupan kelak, AKHIRAT
Biarpun sekarang lagi di bawah, dan ga ada dari mereka yg diatas yg "merasakan jg apa yg aku rasa", no problem. Selama aku punya Allah, aku bisa melewati ini semua. Smoga Allah ku menolong ku.
Besyukur meski tanpa mereka, meski kadang merasa down, sedih bgt, sampai sempat menetes air mata waktu sholat berjamaah di masjid kantor, slalu ada aja seseorang yang bikin ketawa, dan bikin ceria lagi.
Ada aja teman yang baik yang datang.
Biarkanlah Allah Maha Mengetahui siapa teman yang baik untuk aku, dan teman yg Tidak Baik.
**************************************************************************
awalnya.. memang beruntung,
endingnya... menyedihkan bgt
Ga nyangka akhirnya penempatan disini! (ga pingin banget krn ga berhubungan sama pajak)
Cita-cita gue adalah jadi konsultan pajak sebelum jadi PNS. tapi ternyata, Allah berkehendak aku untuk jadi seorang FISKUS. Alhamdulillah... Sebuah anugrah terindah dari Allah bgt untuk aaku. Akhir desember 2013 itu, sungguh ga bisa dilukiskan dengan kata2 ketika lihat pengumuman tes cpns kemenkeu. Finally, setelah belajar keras, dan tentunya melibatkan Allah & doa orang tua, akhirnya, nothing is impossible. Ga ada yang mustahil. Aku lolos!
semenjak kebaikan Allah Yang Maha Baik, aku bertekad untuk menjadi hambanya yg lebih baik, lebih taat. Dan akhirnya Agustus 2014, aku mulai berhijab, demi hijrah ku.
namun....
pada 12 Agustus, penempatan definitif persubbag di umumkan.
Sekret lantai 7 yg nentuin. Dari sepuluh orang yg OJT di lantai 7, tinggal kita berdua 2 (dari D3) yg tetap di bagian umum.
Yang kece, cantik, dan paling dekat dengan dialah yg dipilih untuk tetap di lantai 7. Dan aku, pun.. di buang ke lantai 1.
BAGIAN yg masih (katanya) sama dengan BAGIAN UMUM. Tp ternyata kita beda, beda bgt. Tempat yg jauh terpisah, dan NASIB yg berbeda JAUH.
Udah bagian paling kecil/paling rendah (cuma tata usaha) udah gitu terpisah jauh, di lantai 1.
Sudah di bagian yang ga berhubungan dengan pajak (UMUM) di tempatkan di subbag tata usaha pula. Sebuah jalan kehidupan yg kadang menyedihkan karna tak sesuai yg di harapkan.
Bayangan kerja masuk pajak itu wow bgt. Tapi ternyata setelah ikut nyemplung di dalamnya, sungguh berbeda 100 derajat.
cerita ku sama kaya cerita di film sang pemimpi.
Kuliah tinggi2, belajar samapi begadang, tapi setelah lulus, ilmunya ga terpakai.
kerjanya hanya SORTIR surat2 di karung pos yg kotor.
#useless
CAN YOU FEEL WHAT I FEEL???
Meja kerja yang kebayang bisa di tempatin di salah satu meja kerja di lantai 7, sebelum penempatan definitif, ternyata GA ADA yg tersedia buat gue.
setelah penempatan definitif, udah malas lagi lah ke lantai 7 lagi, karna memang nasip beda jauh antara lantai 1 & 7.
Mereka di atas, dan memang keadaan mereka "di atas" dari kita di bawah lantai 1. Mereka makmur, kita pas2an.
Ex. Kalau ada acara2, sering banget kelebihan NASI BOX & SNACK yg biasanya dibagiin ke semua PEGAWAI LANTAI 7. <tiap dulu sering main ke atas, slalu liat ada kotakan snack/nasi box di meja mereka. Hampir setiap hari. Makmur bgt! ga perlu keluar uang untuk beli makan siang>
Paling kalau mereka ingat & sisanya berlebihan, baru mereka bagi ke lantai 1. Dan disini bisa kehitung dapat kotakan paling makmur sebulan dapat setidaknya sekali. kalau ga yaah sudah...
Belum lagi kalau ada acara rapim, makanan yg masih tersisa pun mereka2lah yg habiskan. Kadang pun ada dari mereka yg bungkus untuk dibawa pulang.
Belum lagi masalah DL yang memang mereka diatas lebih sering, hampir SEMUA Pegawai di sana mendapat giliran untuk DL. Ada juga yg DL HANYA numpang tanpa harus kerja keras, ex. jadi pembicara di sebuah presentasi. Pengalaman ke daerah dapat, jalan2nya dapat, belum lagi UANG nya juga lumayan. Kurang makmur apalagi?
Sudah kerjaannya membosankan, ga pernah kerja keluar, gimana ga jenuh bgt? mereka yg di atas aja udh sering DL, dan baru kerja seharian di kantor mengeluh "bosan", gimana dengan kita yg ga pernah kerja di luar kantor, & ga pernah NAIK LIFT, hanya di lantai 1 tiap hari.
Sungguh di bawah itu kebalikan dari mereka. memang kita di bawah, tidak seperti mereka yg makmur akan makanan, DL2, belum lagi kasubag mereka yg sering ajak makan di luar, etc.
#miris
Dulu kita memang bernasip sama. Tapi sekarang mungkin beda jauuh, mereka di atas, dan gue di bawah, perbedaan kita bagaikan LANGIT dan BUMI. mereka seolah lupa akan orang2 yg di bawah. Terbuai dengan semua kemewahan & kesenangan mereka di atas (terlebih teman seangkatan, yg dulu nasip kita sama bersepuluh). Tapi nasip kita sekarang sungguh berbeda jauh.
Terutama teman yg memang masih (katanya) satu bagian - BAGIAN UMUM. Mereka di atas di bagian yg "wow" (TUPIM & RT) lupa akan gue yg skrg di bagian yg "..." What a pity!
Bagian umum.... aku menyesal mengenal mu...
Tertawalah selagi kalian bisa tertawa sepuasnya
Bersenang-senanglah sepuasnya
Kalaupun kalian (pura2) ga kenal (lagi) dan mungkin ga ingin berteman lagi dengan gue yg cuma seorang pegawai rendahan di bagian yg paling rendah....
its okay. JUST DO IT.
dan aku pun ga akan mengenal kalian di kehidupan kelak, AKHIRAT
Biarpun sekarang lagi di bawah, dan ga ada dari mereka yg diatas yg "merasakan jg apa yg aku rasa", no problem. Selama aku punya Allah, aku bisa melewati ini semua. Smoga Allah ku menolong ku.
Besyukur meski tanpa mereka, meski kadang merasa down, sedih bgt, sampai sempat menetes air mata waktu sholat berjamaah di masjid kantor, slalu ada aja seseorang yang bikin ketawa, dan bikin ceria lagi.
Ada aja teman yang baik yang datang.
Biarkanlah Allah Maha Mengetahui siapa teman yang baik untuk aku, dan teman yg Tidak Baik.
**************************************************************************
Can you feel what I'm feel?
Berada di subbagian yg terpisah jauh dari bagiannya.
Yang katanya satu bagian, tp ternyata kita ga satu.
Nasib kita pun ga cuma ga sama, tp jauh skali berbeda.
Berada di bagian yg kerjanya bukan cuma ga berhubungan dengan pajak, tp jg ga perlu berpikir.
Yang kerjanya bukain barcode dari surat2 dalam karung pos yg kotor, sortir, dan rekam nomor surat. Tanpa tau isi surat itu tentang apa.
Setiap hari... Seperti itu.
Bosen iya. Jenuh apalagi. Miris bgt. Karna gaji besar tp kerjanya hanya seperti itu, dan sumber daya yg berlebihan sehingga kerjanya ga maksimal. Hanya kerja sebentar, selebihnya entah ngapain.
Belum lagi, kalau keluar dari ruangan itu dan ketemu teman2 lain di bagian lain. Slalu aja dari mrka bilang,
"Lagi dinas luar."
"Lagi di bandung."
"Mau ada bimtek di medan,sm di surabaya."
"Aku habis rapat, makanya masih ada nasi kotak blm dimakan."
"Sering dpt nasi kotak makanya gendutan. Naik 10 kg."
"Msh ada snack 2 blm di makan."
"kemarin habis dari surabaya sih, jadi belum nyoba pulang naik gojeck"
"kemarin habis dari surabaya sih, jadi belum nyoba pulang naik gojeck"
Dll.
Sementara lihat diri ini. Yg cuma gitu2 aja. Ga ada pengalaman, ilmu yg di dapat. Ga pernah ikut rapat. Menjadi orang yg ga penting bgt. Datar bgt rasanya hidup ini.
Actually, kadang malu ngaku orang DGT. Apalagi kalau ditanya, bagian apa? Kerjanya ngapain aja?
Ga ada yg di banggakan.
Sedang di luar sana, banyak teman2 yg bangga dgn pengalaman ini itunya, terlebih udh bisa banggain. ORANG TUA mereka.
Kalau lebih milih, lebih baik di KPP. Sibuk kerja, biarpun ga ada dinas luar skalipun, tp ada ilmu yg didapat, krn terjun langsung ke lapangan. Nambah ilmu, nambah pinternya.
Sedangkan disini ... ><
Kalau pun nanti di luar dan lanjut kuliah lg, kalaupun di tanya sm dosen kerja dmn, ga akan mau bilang kalau lerja DGT. Malu mengakui. Ga ada yg bisa dibanggakan. Lebih baik ngaku kerja di perusahaan ecek2.
Aku pun juga ingin seperti mereka, yg sukses, yg bisa banggain orang tua Ya Allah ...
Ga hanya mau gaji nya yg gede tp kerjanya hanya sekedarnya.
Entah kapan bisa pindah dari sini.
Yg pasti nyesal bisa masuk dan mengenal yg namanya Bagian Umum.
Menyesal karna penempatan per subbag yg di dasarkan kedekatan dengan sekretaris, yg punya panggilan akrab "papikus" & pny grup wa mrk sndiri. Bukan di dasarkan pada nilai DTSD.
Adil kah ini Ya Allah?
Aku pasrah.
Tiada daya dan kekuatan melainkan kekuatan Mu, Ya Rab.
Aku bisa apa, kalau Engkau blm mengizinkan.
Aku percaya pada skenario Engkau Ya Allah ...
Menyesal krn penempatan thn ini pun smua homebase buat cewe2. Lebih baik didasarkan pada nilai tes sperti thn sblmnya, supaya ADIL.
Bagaimana pun juga, aku akan terus berjuang ...
Terus bermimpi ... Tuk hidup yg lebih baik. Tuk hidup yg lebih indah.
Kalaupun sekarang blm sukses, seperti teman-teman seangkatan yg lain, dlm lubuk hati yg terdalam, aku masih yakin akan tiba saatnya, suatu saat nanti aku akan LEBIH sukses dari mereka.
Roda itu berputar!
FROM ZERO TO HERO!
Mungkin ga seperti mereka yg dekat dengan bos, yg bisa bantu, entah itu kenaikan pangkat, diikutsertakan diklat, dibantu lulus dlm tes apapun, dll.
Dan aku di bawah meski ga ada bos yg bs bantu, dan ga dekat dgn org2 yg punya "peran" tapi 1 hal yg aku punya, yg lebih dari segalanya... ALLAH ku...
Aku yakin Allah maha Adil, Dia Maha Melihat, Maha Baik yang akan menolong hambaNya yg sabar & mau bersungguh-sungguh. Dia ga akan membiarkan hambaNya menangis, ga akan diam melihat hamaNya di zhalimi.
Smua di bumi dan di langit, milik Allah. Cukup aku punya Allah, sudah membuat hati ini tenang.
Ga hanya sukses di dunia, tp cita2 utama adalah sukses di akhirat. Bisa bertemu dengan Allah kelak dlm pertemuan yg sebaik-baiknya pertemuan.
Dunia bukanlah segalanya. Sgala yg kita punya di dunia hanyalah milik Allah. Sgala yg ada di dunia akan sirna.
Berbeda dengan akhirat, kehidupan yg kekal, abadi, kehidupan yg sebenar-benarnya, dan sebaik-baiknya tempat bagi orang-orang yg beriman.
Tuntun hamba Mu ini Ya Allah untuk tiba di Jannah Mu, dengan orang tua ku, adik ku, keluarga ku, orang2 yg baik dengan ku, dan smua hamba Mu yg sholeh. Amiin ...
* * *
Ya Allah.... Satu per satu kau pun ujikan.
Dan aku pun mulai pasrah dengan semuanya. Krn tiada daya dan upaya melainkan atas kehendak Mu.
Smua ujian smoga bs menjadi penggugur dosa hamba. Amiin...
Hidup itu katanya anugrah. Thats why I dedicated my life for my Allah. Meski kadang dlm menjalani hidup ini, penuh tangis. But, I thank you, my Allah for open my eyes.
Smoga hamba bisa makin bertaqwa, beriman, mendekatkan diri pd Mu, menjadi hamba seperti yg kau inginkan, yg slalu bisa dkt dgn Mu.
INSYA ALLAH ....
INSYA ALLAH ....
ADA JALAN ...
Kalau lagi sedih, suka banget dengarin lagu2 maher zain, opick, yg buat semangat... yg buat mengingatkan diri ini, akan adanya Allah. Ga ada yg perlu di takutkan, slama ada Allah.
Kalau kata lagu nya Maher Zain, Insya Allah... I'll find the way cause Allah is always by my side.
Allah is never far away, I put my trust to him. He will show me the way ...






Comments
Post a Comment