Si Miskin Bekerja Untuk Uang, Si Kaya Mempekerjakan Uang
Selasa, 31/03/2015 07:53 WIB
Tung Desem Waringi
Jakarta -Seringkali kita dengar sebuah cerita yang biasa terjadi, orang menengah begitu lulus sekolah mereka bekerja dan kemudian ketika mereka menemukan pasangan mereka menikah, dan karena dua-duanya bekerja mereka merasa cukup dapat penghasilan.
Untuk itu mereka memberanikan diri untuk menyicil rumah, dan kemudian datang lah kabar gembira bahwa yang perempuan hamil. Kemudian sang suami bekerja lebih keras lagi untuk menyambut kehadiran sang bayi. Dan begitu bayi lahir dan bayi berikutnya lahir, keduanya termotivasi untuk mengejar uang lebih keras lagi. Waktu berlalu dan mereka berdua dipromosikan dan naik gaji.
Dan ketika bertambah bayi berikutnya, akhirnya yang laki-laki meminta sang istri berhenti bekerja untuk merawat anak. Dan sang suami bekerja lebih keras lagi sampai akhinya dipromosikan dan naik gaji lagi. Dampak gaji cukup besar lalu ada keberanian untuk mulai menyicil mobil. Dan seiring anak-anaknya bertambah besar, rumah yang kecil tadi semakin penuh sesak dan begitu gaji besar, maka mulai menyicil rumah yang lebih besar.
Dan ketika anak-anak mulai besar, maka mulai menyicil mobil berikutnya. Dan ketika karir melonjak lebih bagus lagi karena diangkat menjadi direktur, maka mulailah menyicil rumah mewah dan ada kolam renangnya. Terus dan menerus, sampai akhirnya mereka mati meninggalkan utang. Mereka seumur hidup menjadi budak uang.
Sedangkan orang kaya, mereka begitu lulus atau bahkan sebelum lulus mereka bekerja untuk mendapatkan pengetahuan, uang, dan kenalan. Di mana akhirnya uang bekerja untuk mereka. Mereka menunda kesenangan, mengumpulkan uang, pengetahuan, dan kenalan, kemudian mereka menginvestasikan ketiganya tadi, sehingga uang bekerja untuk mereka dengan atau tanpa berkerja.
Mereka menyisihkan uangnya, menggunakan pengetahuan serta kenalan untuk mendapatkan usaha-usaha yang menghasilkan uang, tanpa harus terlibat terlalu banyak. Mungkin mereka akan investasi ke kos-kosan, sarang burung walet, reksa dana, saham yang menghasilkan dividen, royalti, dan ketika pendapatan pasifnya jauh lebih besar daripada gaya hidupnya, mereka aman dalam arti yang sungguhnya.
Tips Ampuh Amankan Gaji Anda
1.Rancang anggaran untuk satu bulan
Coba untuk membuat rincian pengeluaran per bulan dengan cermat. Mulai dari uang makan, uang bensin, ongkos, uang pulsa, dan bahkan uang untuk belanja. Jika anda sudah tahu benar mengenai rincian pengeluaran anda, maka anda akan tahu benar jumlah uang yang akan ditabung nanti.
2.Jangan gunakan debit
Menggunakan debit membuat anda lebih mudah menghabiskan uang. Biasakan gunakan cash jadi anda pun akan terus berhati-hati ketika membelanjakan uang dalam dompet anda karena hanya terbatas dalam jumlah tertentu.
3.Mengumpulkan nota
Cara ini ampuh untuk anda mawas diri. Sehabis belanja, kumpulkan semua nota belanja lalu jumlahkan total uang yang telah anda habiskan. Anda akan lebih berhati-hati lagi untuk belanja di waktu selanjutnya.
4.Menabung
Bukan menabung di ATM, melainkan di sebuah celengan. Seringkali anda mendapati banyak uang receh atau pecahan seribu, jangan hanya disimpan dan digunakan secara tidak jelas untuk jajan. Sisihkan lah untuk ditabung di celengan anda, dan sebagian lagi untuk sedekah di jalan agar jalan rejeki anda semakin dilancarkan lagi.
1. Pos zakat dan bantuan saudara: antara 2,5% - 5 % dari penghasilan.
2. Pos dana darurat: 5% dari penghasilan.
3. Pos biaya hidup rutin: 70% dari penghasilan.
4. Pos menabung: 10% dari penghasilan.
5. Pos investasi: 10% dari penghasilan.

Comments
Post a Comment