Skip to main content

PACAR SEWAAN


“Ekonomi Jakarta, Pak!” seru seorang mahasiswi dengan tergesa-gesa.
Usai mendapatkan tiket KRL ekonomi, dengan cepat ia melangkahkan kakinya mengejar kereta yang sedang berhenti.
“Hufft.” Ia menarik nafas dalam-dalam setelah berhasil menaiki kereta itu sebelum akhirnya jalan.
Vely pun berjalan menelusuri lorong gerbong-gerbong kereta, mencari tempat berdiri yang pas diantara banyak penumpang. Ia berdiri di depan seorang ibu-ibu dengan keluarganya.
“Duduk neng!” seru Ibu-Ibu itu yang bersiap-siap turun.
Ia pun segera duduk. Bangku disebelah kanannya yang juga kosong, langsung ditempati seorang cowok yang kelihatannya mahasiswa juga.
“Ehm, cewek stasiun cikini berapa stasiun lagi yah?” seru cowok yang berada di sebelah kirinya. Mengagetkan Vely.
“Cikini? Ntar bareng gue aja turunnya. Gue juga turun di cikini.” jawab Vely setengah kaget.
“Oh. Kebetulan banget ya.” Seru cowok itu.
Mereka terdiam menikmati perjalanan. Tiba-tiba cowok disebelahnya mengajaknya ngobrol.
“Lo kuliah?” Tanya cowok itu.
“Iya.”
“Di depok?” Tanya cowok itu lebih lanjut.
Kali ini Vely hanya menganggukkan kepalanya dan melebarkan senyumnya.
“Kuliah jauh-jauh banget. Setiap hari lo pulang balik Jakarta-depok?”
“Iya.”
“Gak capek apa? Kenapa gak kuliah di Jakarta aja. Kan banyak universitas disana.”
Vely yang mulai agak kesal, hanya diam tanpa memberi komentar apapun.
“Rese banget nih orang. Suka-suka gue dong, mau kuliah dimana. Bukan urusan lo!” Gumam Vely dalam hatinya.
Tiba-tiba suara getaran handphone terdengar dari dalam tas Vely. Ia pun mengeluarkan handphone dari tasnya.
            From : Ario
                Km dimana, Vel? Udh balik kan?
Sebuah sms dari pacarnya terlihat dari handphone Vely. Dengan segera ia membalasnya.
      Aku msh d kereta, Yo.
“Nih sampai stasiun apa nih?” Tanya cowok itu selanjutnya.
Vely melihat keluar jendela, dan menjawabnya dengan dingin.
“Pasar minggu.”
“Abis ini stasiun apa?” Tanya cowok itu lagi.
“Pasar minggu baru.”
“Hoo. Abis pasar minggu baru, terus tebet, duren kalibata, cawang kan?”
“Apa sih. Duren kalibata dulu, baru cawang, terus tebet! Kalo gak tau gak usah sok tau deh.” Ledek Vely.
“Lo hafal banget. Jangan-jangan lo penjaga pintu kereta lagi!” Ledek cowok itu.
“Lo semester berapa sih?”
“Maba. Lo kayanya mahasiswa juga ya?” Vely melontarkan pertanyaan untuk pertama kalinya.
“Hmmm. Penampilan cool kayak gue gini, udah pasti lah mahasiwa. Masa lo gak tau sih?”
“Semester berapa sih, kayaknya lo tua banget.” Tanya Vely sambil giggle.
“Gue maba juga. Enak aja tampang gue tua. Masih cute gini juga.”
“Oia, gue boleh minta bantuan lo nggak?” Tanya cowok itu.
“Apa?” Tanya Vely bingung.
“Tapi lo mau kan bantuin gue.”
“Bantu apa?”
“Jadi gini, hari ini temen kampus gue adain acara ngumpul-ngulmpul di rumahnya. Temen-temen
gue itu pengen kenal cewek gue. Tapi karena kemaren gue baru putus sama cewek gue, dan sekarang
akhirnya gue memegang status jomblo, gue gak bisa dong tunjukkin cewek gue ke mereka. Gue
malesnya, ntar temen-temen gue ngecengin gue dan bilang kalo gue cuma bullshit aja. Nah, gue
mau lo pura-pura ngaku jadi cewek gue.” Jelas Cowok itu panjang lebar.
“Hah?! Maksud lo gue jadi pacar sewaan gitu.” Vely terkejut.
“Masa lo gak mau sih nolongin gue. Bukannya kita sebagai manusia harus saling tolong menolong.”
“Iya, gue tau. Tapi kalau untuk bantuan kaya gini, kayaknya gue..” Vely cemas.
“Kenapa? Gue cuma minta lo bilang ke temen-temen gue gue, kalo lo cewek gue. Just it.”
“Kenapa mesti gue? Minta tolong sama temen lo yang lain aja. Masalahnya kan, kita juga baru kenal.”
“Temen gue pada sibuk semua.”
Vely berpikir sejenak.
“Lo mau kan tolongin gue. Rumah tante gue kan belakang Mc Donald depan stasiun Cikini, ntar kita naik motor ke rumah temen gue. Pulangnya gue anterin kok. Lagian gue juga gak tau jalan di Jakarta. Gue kan asli Bogor.” seru Dika.
“Gue mau bantuin lo. Tapi sorry, gue gak bisa. Gue ada urusan yang lebih penting.”
“Oke, cuma sebentar aja. Cuma nunjukin lo cewek gue ke temen-temen gue, duduk sebentar, abis itu gue langsung anterin lo pulang. Gimana?” bujuk Dika.
Vely hanya diam.
“Oia, gue tau, lo takut cowok lo marah kan? Ntar gue yang ngomong sama cowok lo deh. Tapi, lo mau kan. Gue janji deh, cuma lima menit.”
            Vely melihat keluar jendela. Stasiun cikini hampir sampai. Ia pun bersiap-siap berdiri. Tanpa menjawab pertanyaan Dika, Vely segera berdiri di depan pintu. Vely dan Dika turun dari kereta. Vely begitu bimbang. Namun setelah Vely melihat lebih dekat bahwa Dika anak baik-baik, ia pun memutuskan untuk membantunya.
            Vely menunggu depan stasiun, menunggu Dika mengambil motor di rumah pamannya. Vely pun sms Ario untuk memberitahunya.
Yo, maaf kayanya aku telat dtg ke acara km. Keretanya ada gangguan sinyal. Dan msh d ps minggu. Tp aku akn ttp dtg, tp tlat. Maaf ya …
Sms balasan masuk.
            From  : Ario
Ya udh, gpp. Tp km hrs janji bakal ttp dtg k rmh aku. Jgn lupa sms aku klw km udh smp stasiun cikini. Biar nanti aku jemput.
Tak lama, Dika dengan membawa motor mengajak Vely langsung berangkat. Vely menaikki motor.
“Lo jadi guide gue ya!” seru Dika saat Vely menaiki motornya.
“Oke.”
By the way, nama lo siapa? Ntar temen-temen gue nanya nama lo siapa, dan gue gak tau, kan berabe.”
“Dari tadi kita ngobrol, lo gak tau nama gue?! Dasar! Terserah lo deh mau panggil gue apa. Inikan rencana lo.” Seru Vely.
Dengan petunjuk jalan dari Vely, mereka sampai di sebuah komplek perumahan. Dika sibuk menengok-nengok mencari rumah nomor 31. Sedangkan Vely berpikir dan mengingat sesuatu hal. Ia baru menyadari, dirinya telah sampai di daerah rumah pacarnya, Ario. Vely sangat terkejut mengetahui bahwa Dika adalah teman sekampus pacarnya. Ia pun takut  jika Ario melihat dirinya boncengan dengan cowok lain. Motor Dika berhenti di depan sebuah rumah yang pintu gerbangnya terbuka lebar dan banyak motor yang parkir di depannya. Wajah Vely pucat pasi karena motor Dika berhenti précis depan rumah Ario.
“Rumah temen lo disini?” Tanya Vely heran.
“Iya. Gak terlalu jauh kan?”
Dika langsung menggandeng tangan Vely dan menariknya masuk ke rumah itu. Di depan teras rumah itu, banyak anak-anak cowok yang sedang duduk. Dika pun langsung memperkenalkan Vely pada mereka.
“Hey, Bro! Sorry telat. Oia, kenalin nih cewek gue. Yang sering gue certain ke lo semua.” Seru Dika.
Mereka semua bersalaman dengan Vely. Vely panik, matanya mencari-cari Ario yang belum terlihatnya.
“Udah kan? Gue balik ya…” bisik Vely cemas.
“Eits, bentar dulu! Ada seseorang lagi yang belum gue kenalin.” Seru Dika menahan Vely.
“Oia, Ario kemana, Bro!” seru Dika.
Deg
Jantung Vely terasa behenti berdetak, mendengar nama pacarnya. Dengan cemas, ia memaksa Dika untuk pergi dari tempat itu.
“Dik, gue bener-bener ada urusan yang penting. Gue balik duluan ya!” Seru Vely.
Dengan terpaksa, Dika pun menuruti keinginan Vely.
“Heh, Bro. Cewek gue ada urusan, dia mau balik duluan. Gue anterin dia dulu ya.” Seru Dika.
“Buru-buru banget sih. Bentar dulu kek, belum juga ngobrol.”
“Gak bisa. Gue ada janji!” Vely gelisah.
“Yaudah, tapi foto-foto dulu yuk!” seru seorang cowok.
Usai foto, dengan segera Vely pergi dari rumah Ario, sebelum Ario mengetahui keberadaannya. Dika pun mengantar Vely sampai rumah.

J

            Vely membuka pintu kamarnya dan menutup dengan keras. Ia terlihat shock dengan yang kejadian yang baru di alaminya tadi.
“Dasar bodoh… bodoh. Kenapa gue harus nolongin Dika sih. Kalau gue tau Dika temannya Ario, gue gak bakalan mau ngaku-ngaku ceweknya Dika. Sekarang gimana nih?” gumam Vely gelisah.
Tiba-tiba tercatat di handphone Vely calling dari Ario. Vely menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba tenang dan menjawab panggilan Ario.
“Vel, kamu dimana?” Tanya Ario.
“Yo, maaf ya, aku gak bisa datang ke acara kamu. Pas pulang, aku tiba-tiba gak enak badan.”
“Kamu sakit? Ya udah, jangan di paksain. Sebenarnya, aku niat buat kenalin kamu ke temen-temen kampus aku, tapi …. Ya udah lah, kalo kamu gak bisa.”
“Maaf ya..” Vely merasa bersalah.
“Gapapa. Kamu istirahat aja. Lagian besok-besok  juga masih bisa kenalin kamu ke teman-teman aku. Besok aku ke rumah kamu ya, buat jenguk kamu. Lagian kita udah lama juga kan gak ketemu. Aku kangen banget sama kamu.” kata Ario.
“Maafin aku, Yo! Aku berharap semua cepat selesai. Aku yakin semuanya akan baik-baik aja. Everythings gonna be alright.” Gumam Vely sebelum akhirnya tertidur.

J
            Pukul 8 malam, terdengar suara motor-motor berhenti di depan rumah Vely. Di kamar, Vely  sedang bingung memikirkan apa yang harus dilakukannya ketika Ario marah padanya. Ia tak menyadari bahwa Ario dan teman-temannya datang ke rumahnya. Sampai bibinya bilang bahwa ada yang dating, Vely langsung ke ruang tamu. Ia mengira hanya Ario saja yang datang. Namun ia sangat shock melihat banyak teman-teman Ario yang datang.
“Hai, Vel. Kamu udah baikkan?” Tanya Ario.
Vely salah tingkah melihat ke seluruh teman-teman Ario.
“Oya, maaf aku gak sempet kasih tau kamu kalau teman-teman aku mau ikut ke rumah kamu.” Seru Ario.
Teman-teman  Ario hanya diam, heran melihat Vely dan Ario.
“Lo bukannya ceweknya Dika?” Tanya Dendi-teman Ario.
“Iya nih. Yo, lo sama Dika jangan berbutan cewek gitu dong. Kaya gak ada cewek lain aja!” seru Indit.
“Yo, lo jangan jadi teman makan teman dong. Cewek orang lo rebut!” seru Ecan.
“ Yo, dia tuh cewek gue. Lo jangan mesra-mesraan sama cewek gue dong!” Dika angkat bicara.
“Lo semua ngomong apaan sih!” Ario tak mengerti.
“Oya, sorry gue lupa kalau tadi lo belum gue kenalin. Kenalin ini cewek gue!” seru Dika mendekati Vely.
“Hah? Cewek lo?” Ario terkejut.
“Gak mungkin. Emang sejak kapan lo bisa jadian sama cewek gue. Kenal juga nggak.” seru Ario.
 “Gue udah 5 bulan jadian sama dia. Yah lo gak  tau kan. Selama ini lo cuma denger cerita gue doang tentang dia.” seru Dika.
“Aku gak nyangka, ternyata kamu selama ini….” Ario kecewa.
“Udah lah, Yo, lo jangan ngaku-ngaku cewek orang. Lagian cewek lo dari tadi kemana?” Ecan memanas-manasi.
Ario menundukkan kepala seolah tak percaya.
“Gue udah putus sama cewek gue. Dia udah milik orang lain sekarang!” kata Ario menahan kesalnya.
Ario melangkahkan kakinya keluar rumah Vely. Namun Vely segera menghentikan langkah Ario.
“Ario! Sebernarnya, tadi waktu di kereta aku ketemu Dika. Dia minta aku pura-pura ngaku jadi pacarnya di depan teman-temannya. Aku gak bermaksud buat membuat hati kamu hancur.” Jelas Vely.
“Ya kan, Dik? Ario cowok gue!”
“Oke. Gue ngaku, gue minta tolong dia buat lakuin itu. Gue gak nyangka, ternyata elo, Yo, cowoknya Vely.” Dika tertawa menutupi malunya.
Teman-teman Ario menggelengkan kepalanya tak mempercayai tindakan Dika. Ario pun lega ia masih memiliki Vely.
“Lain kali, jangan ulangin hal ini lagi ya! Aku gak mau kamu jadi milik orang lain, diantara hungan kita yang long distance.” seru Ario.
“Thanks karena kamu udah ngertiin aku.”                                                      © SEKIAN ©

Comments

Popular posts from this blog

October 26, 2011 Today is my birthday. Nothing special today. There is no cake. There is no gift. There is no celebration. But my classmate, who really care to me, give me shake hand and pray for me. I’m so touched. Thanks so much for Kiki (Rizky Mafriza), Pitri (Hapitri Muldiyaman), Ncim (Triyani Dewi Wahyuni), Andri, Sari, Via, Uni (Juniah Watie), Yulia Fizriyan, Niken Febriyanti, Dila (Fadila Amalia), Lisa Afifah, Eka Ratna Sari, Ria (Badriyah),   and Day (Dayanti Ika Sari) who have birthday one day after me.Thanks for your songs “happy birthday”. Love you guys. I’ll always remember how care you are... J Gue berharap,, di umur gue yang ke-20 tahun ini,, yang udah kepala 2.... gue bisa dewasa, cepet-cepet lulus dan dapet kerja, bisa bantu ortu cari nafkah. Bisa bahagiaan dan membanggakan ortu gue kelak, dan balas semua jasa-jasa mereka secepat mungkin. Bisa mandiri. Sukses dan mewujudkan semua cita-cita dan impian gue. Sukses dunia akhirat pastinya juga. Menjadi anak ya...

Sebuah Pelajaran Hidup

Pada selasa, 20/8 mecin beli PTPP di harga 1.800, karena saya iri, saya pun pakai REMAIN TRADE LIMIT hingga minus 75jt . Beli sebanyak 400 lot di 2010, dan 200 lot di 2000. Alhasil harga stuck dan tidak naik, bahkan terus merosot. Pada akhirnya, saya harus CUT LOSS, dan RUGI sebagai berikut : Buy Sell 1)        2,000 200 lot        1,970       (782,320.00) 2)        2,010 58 lot        1,980       (227,140.00) 3)        2,010 28 lot        1,855       (458,674.00) 4)     78,625 1 lot     76,500       (248,073.00) 5) ...

Diary

Klo liat ini, jadi inget cowok paling baik yg pernah gw kenal. Tapi sayang, di saat udh ketemu yg bikin nyaman hati, justru terbentur dgn beda agama. Krn yg namanya beda agama, ga akan pernah bisa menyatu. #MirisnyaCeritaCintaIni Spending time with you at night, watching movies, having dinner, talking, kidding, laughing, sharing together. Thanks for being in a part of my life, four months ago. May 16, 2014 Friday Kelas manpaj di kls 6201. Ga Ada sinyal wifi, nunggu di luar dh. Jam 7an, tau2 mas rijal dtg, Jln ke arah gw, Dan gw lgsg sadar. Gw lgsg nunjuk "disana" ooh disini. Hhmm... Dia lgsg msk. Pas di parkir motor, gw ngobrol sm mas Hafid nanya bbm apaan. Trs tau2 mas rijal dtg naik motor. Nanya gerimis. Msh jaga tpst? Bpknya smp malem bgt klo ngajar. Udh byr an? Aku nunggak 5 bln. Blm.. Nunggu rapelan? Aku kn msh lama. Blm prajab 3 bln Nga jadi 3 bln. Cm 3 minggu klo yg bln juni.. (pas belokan mega card center) Emg jadi cuti? Yg ank d1 pada item2 slesai prajab. Pas...