Skip to main content

*MENDADAK PLAYBOY


 M
Inspired by I VERY © YOU and PMP story
atahari telah terbit dan memancarkan sinarnya ke bumi. Namun Vely masih bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Hari ini adalah hari pertama masuk di tahun ajaran baru, dimana Vely duduk di kelas XII IPS. Dengan rambut yang belum disisir, Vely segera pamit untuk berangkat. Vely berlari keluar teras tanpa menutup kembali pintu teras. Ia panik karena ia yang tidak biasa terlambat, harus terlambat di hari pertama masuk. Saat berjalan menelusuri jalan menuju jalan raya, seorang pengendara motor CS 1 berhenti, dan menghentikan langkah Vely yang terburu-buru.
“Mau bareng ga?” kata cowok itu sambil membuka kaca helmnya.
“Gak usah. Gue mau naik ojek dari depan sana.” Tolak Vely yang langsung jalan.
“Mau gue anterin ga sampe pangkalan ojek. Lumayan jauh kan jalan ke depan.” Bujuk Ario yang terus mengikuti Vely.
Vely melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7 kurang 10. Vely berhenti melangkah dan memandang Ario.
“Yo, gue nebeng lo ya ke sekolah, untuk kali ini aja. Please.” Vely memohon.
“Ga usah pake please-pleasesan lagi, Vel. Emang gue kan yang nawarin ke lo.” Ario tersenyum bahagia.
Vely pun naik ke motor Ario. Ia merasa canggung karena pertama kalinya ia naik motor CS 1 yang banyak kaum hawa tergila-gila jika melihat cowok naik motor tesebut. Ario pun langsung ngebut. Hal itu membuat Vely terpaksa memegang erat pinggang Ario. Sesampainya di area parkir sekolah, vely segera melepas tangannya.
“Hah, gila banget lo, Yo, naek motornya. Makasih atas tebengannya. Nggak lagi deh gue mau diboncengin lo lagi.” Kata Vely kesal dan langsung pergi sambil terus merapikan rambutnya.
“Makasih ya, Vel. Jangan kapok bareng gue lagi.” Teriak Ario saat Vely mulai belok ke lorong.
Vely menelusuri lorong dan menuju papan pengumuman untuk melihat kelas barunya. Mata Vely segera mencari namanya di daftar anak-anak. Matanya kini menuju pada nama-nama di kolom kelas XII IPS 2. Absen pertama terdapat nama Ario. Sebelum Vely melihat ke absen bagian bawah, ia memejamkan mata dan berdoa. Semoga nama gue ga ada. Vely pun membuka matanya dan melihatnamanya di kolom tersebut.
“Astaga. Kenapa sih gue harus sekelas lagi sama si phsychopath.” Gerutu Vely yang langsung pergi.
“Vely tunggu...” seorang cewek memanggilnya.
Vely menoleh ke belakang dan melihat Dhesi-teman sekelasnya waktu kelas XI.
“Hei, Dhes. Lo di kelas mana?” tanya Vely ramah.
“Gak penting gue kelas berapa. Yang pasti, lo seneng kan bisa sekelas sama cowok gue. Apalagi setelah gue sama Ario putus.” Kata Dhesi ketus.
Vely syok dan heran mendengar perkataan Dhesi barusan. “Gue ga ngerti maksud lo, Dhes. Satu hal yang perlu lo tau, gue ga pernah merusak hubungan lo sama Ario.” Vely menyangkal.
“Owh. Kalo ga merusak, apa dong namanya. Jelas-jelas tadi lo berangkat bareng Ario kan, pake peluk-peluk segala lagi.” Dhesi nyolot.
“Eh ada apaan nih?” ario tiba-tiba datang menghampiri mereka. Namun Vely langsung pergi. Ario mencoba memanggil Vely, namun ia terus pergi.
“Yo, jadi bener kan, lo putusin gue gara-gara Vely, cewek gatel yang kejar-kejar lo.”
“Terus apa hubungannya sama lo. Lo bukan siapa-siapa lagi, Dhes. Jadi, mulai sekarang jangan ikut campur urusan gue dan jangan ganggu Vely. Inget lo!” seru Ario yang langsung pergi mengejar Vely.
            Saat di lantai 3 dan ketika Ario berbelok ke lorong menuu kelasnya, terlihat Vely yang sedang mengetuk pintu. Ario pun segera mengikutinya. Mereka berdua yang baru datang segera memberi salam pada wali kelas mereka-Ibu Tita yang telah berdiri depan kelas.
“Pacaran mulu deh kalian sampe telat. Pokonya kalo pelajaran saya gak boleh ada yang telat ya.” Seru Ibu Tita, guru honorer yang masih muda yang kira-kira berusia 28 tahun.
“Cie....” Anak-anak ribut menggoda Ario dan Vely. Tanpa memperdulikan perkataan Ibu Tita, Vely menuju bangku paling depan dimana Anna-teman se-ekskulnya telah duduk sendiri. Sedangkan Ario menuju bangku paling belakang.
            Hari ini, pelajaran belum efektif. Dan Ibu Tita hanya sharing dengan anak didiknya dan melakukan pemilihan pengurus kelas. Usai pengurus kelas terpilih, Ibu Tita pun meninggalkan mereka. “Oke. Udah ya. Kalo gitu Ibu tinggal dulu. Wassalamu’alaikum.” Seru Ibu Tita saat ingin keluar. “Ario jagain teman-temannya!” tambah Ibu Tita.
Anak-anak pun ribut. Mereka ngobrol dengan dengan teman yang mereka telah kenal di kelas sebelumnya. Begitu pula dengan Vely.
“Tadi kenapa terlambat lo?”tanya Anna.
“Kesiangan tadi gue.”Kata Vely yang menengok ke bangku belakangnya.
“Halo Vely...”Seru Reni yang duduk di belakang bangku Anna. “Lo disini juga, Ren?” Vely tersenyum dan tambah sumringah melihat Diah-teman sebangku Reni yang merupakan teman sekelasnya waktu kelas XI. “Diah, ga ngomong-ngomong lagi lo disini juga.” Kata Vely semangat.
“Iya. Gue juga ga tau kalo kita sekelas. Oia, tadi lo berangkat bareng ya sama Ario?” tanya Diah.
“Iya, tadi gue nebeng sama dia.”
“Vel, emang Ario pacar lo?” tanya Reni penasaran.
“Pacar? Bukan siapa-siapa juga. Ario itu temen sekelas kita, ya Vel, waktu kelas XI. Dia udah punya cewek kali, Dhesi, sekelas juga waktu kelas XI.” Jelas Diah.
“Emang yang dari kelas lo, berapa orang disini?”tanya Anna.
Vely dan Diah melihat keseluruh ruangan kelas. Memperhatikan satu per satu anak yang sibuk dengan urusan masing-masing.
“Gue, Vely sama Ario doang.” Kata Diah.
Handphone Vely bergetar. Ia pun melihat layar di Hp nya dan membaca sms yang masuk.
“Kalo jodoh gak kemana.. Cie, siapa tuh?” seru Anna yang ruapanya melirik ke Hp Vely.
Dengan segera Vely menyembunyikan handphonenya. “Apaan sih, Na?” Vely menyangkal.
“Cie Vely. So sweet banget sih..” komentar Diah dan Reni. “Bukan apa-apa juga. Anna-nya aja yang salah baca.” Vely mencoba menyangkal. Obrolan mereka terhenti ketika Ario dan Herman mendekati meja mereka berempat.
“Hei, Vel. Akhirnya kita sekelas lagi.” Seru Herman mengajak tos. Vely pun menyambut tangan Herman.
“Ya elah lo, Man. Baru sekelas lagi sama Vely aja, udah bangga. Gue aja yang sekelas terus sama Vely dari kelas 1 sampe sekarang diem-diem aja.” Seru Ario.
Vely hanya diam dan menghiraukan perkataan Ario. “Iya deh tau yang sekarang jomblo. Oia, cewek-cewek buat yang lagi jomblo, Ario buka pendaftaran tuh buat yang mau jadi ceweknya.” Kata Herman yang langsung menjauh pergi.
“Enak aja lo. Lo pikir gue apaan. Tapi buat lo, Vel, pendaftaran gratis.” Kata Ario yang langsung menyusul Herman yang keluar kelas.
Usai Ario dan Herman menghilang, mereka berempat pun tertawa.
“Ada ya cowok kayak gitu?” Vely heran.
“Ario kalo diliat dari deket cakep juga ya.” Celetuk Reni.
Mendengar hal tersebut langsung membuat Vely, Anna dan Diah heboh.
“Iya sih, Ario itu udah ganteng, tajir, cakep udah gitu motornya CS 1 lagi. Boleh tuh, Ren. Pacarin aja.” Vely promosi.
“Tapi, masaahnya dia itu dingin kalo sama cewek. Dan playboy. Waktu di kelass XI aja, udah 3 cewek yang dia pacarin.” Tambah Diah.
“Iya sih. Waktu di kelas X juga, temen sekelas gue yang dipacarin sama dia 2 orang. Masih mau jadi pacar Ario?” tanya Vely.
“Ya gapapa. Asal lo jangan ikut-ikutan aja, Vel. Nambah saingan gue aja.” Seru Reni.
“Ya engga lah. Masa gue makan temen gue sendiri sih.”
Mereka berempat terus membicarakan Ario. Samapi Ario dan Herman kembali muncul di kelas, mereka pun langsung terdiam. Ario kembali menghampiri meja mereka, mendekati Vely dan mengulurkan choky-choky ke arah Vely.
“Gak makasih. Lagi diet gue.” Kata Vely ketus.
“Ngapain sih pake diet-diet segala. Lo udah cantik juga.”
Anna, Reni dan Diah terkejut mendengar kata tersebut. Vely pun mencoba membuat suasana menjadi dingin.
“Nyindir apa nyindir lo. Udah lah, mendingan lo duduk aja di bangku lo sana. Jangan disini deh. Gangguin kita aja.” Kata Vely ketus. Vely melihat Ario yang masih berdiri di sampingnya. Ia pun mendorong punggungnya untuk pergi. “Sana....” usir Vely.
Ario yang hanya diam, mati gaya akhirnya pergi dan kembali ke bangkunya di pojok belakang.
“Jahat banget lo, Vel.” Anna tertawa.
“Biarin. Abis nyebelin banget tuh orang.”
Tiba-tiba hp Vely yang di letakkan di atas meja bergetar. Anna pun melirik ke layar handphone Vely.
“Psychopath? Siapa? Lo punya temen yang sakit jiwa?” tanya Anna heran.
“Nggak. Nama panggilan doang juga.” Vely membuka sms tersebut. Kenapa sih lo selalu gak suka kalo gue ada di deket lo. Vely tak membalas sms yang dianggapnya tidak penting. Naamun hpnya bergetar kembali. Please kasih tau gue caranya untuk bisa jadi cowok lo.
“Sms-an sama Psychopath ya? Cie...” ledek Anna.
Vely hanya tersenyum dan sibuk membalas sms yang masuk barusan. Ario, udah berapa x sih gue blg GW GAK BISA JADI PACAR LO. Harus gimana lagi sih gue bilang ke lo supaya lo ngerti? Sms dikirim. Tak lama sms kembali masuk. Harus berapa kali juga gue bilang ke lo kalo gue © sama lo dan gue akan terus nunggu sampe lo mau akhirin status jomblo lo ituh.
Vely menghirup napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya, setelah akhirnya mereply. Kalaupun gue mau pacaran, gue ga akan milih lo buuat jadi cowok gue. Karena gue ga suka sama lo. Sebuah sms langsung masuk. Kenapa?
Kali ini Vely tak membalas. Ia justru menaruh jauh-jauh hpnya di tas.
“Udahan sms-annya?” tanya Reni yang rupanya memperhatikan Vely daritadi.
“Gak penting ladenin orang kaya dia.” Kata Vely yang melihat Ario di bangkunya. Ario pun melihat ke arah Vely.
“Emang siapa sih psychopat? Fans berat lo ya?” tanya Diah ingin tau.
“Ya gitu deh. Dia udah beberapa kali nembak gue. Tapi gue tolak mentah-mentah terus. Tapi tetep aja, dia masih nembak gue terus.” Jelas Vely.
“Cakep ga orangnya? Kalo cakep mending lo terima aja.” Usul Anna.
Suasana kelas semakin ribut. Ditambah dengan Ario yang nyanyi teriak-teriak dengan suaranya yang sumbang. “Apa salahku... Kau buat begini...” teriak Ario.
Mendengar Ario menyanyi, Anna, Reni dan Diah tertawa terbahak.
“Sakit perut gue dengernya.” Komentar Vely.
            Hari itu setelah pengumuman dari speaker yang ada di tiap kelas, anak-anak pun diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
©©©
            Malam hari saat Vely membereskan meja belajarnya, tiba-tiba hpnya bergetar. Sebuah sms masuk dari psychopath yang berisi vely. “Ga jelas banget sih ni orang.” Vely kesal, ia pun langsung mensilent handphonenya dan langsung tidur.
            Keesokan paginya, Vely berangkat pagi-pagi sekali ke sekolah. Sampai-sampai saat Vely membuka pintu kelas, hanya ada genk Ario yang baru datang. Vely pun membiarkan pintu kelas terbuka lebar dan menyalakan lampu sehingga membuat kelas terang. Vely pun langsung duduk di bangkunya. Ario melewati Vely dan menuju pintu keluar untuk menutup pintu, dan mematikan lampu. “Gelap, Yo! Nyebelin banget sih lo jadi cowok.” Seru Vely kesal. Ario pun menyalakan lampu namun hanya sebagian. Ario pun mendekati Vely, berdiri depan mejanya dengan lututnya. “Vel, gue cinta sama lo. Please kasih gue kesempatan buat jadi cowok lo.” Kata Ario. “Udah terima aja, Vel...” seru teman-teman segenknya Ario.
“Sorry, gue ga bisa.” Kata Vely yang langsung pergi keluar.
            Setelah satu per satu anak mulai datang dan kelas telah dipenuhi, Vely baru kembali ke kelas. Ia melihat Anna, Reni dan Diah telah duduk di bangkunya. Saat menuju mejanya, buku yang dibawanya terjatuh. Ario yang berpapasan dengan Vely segera mengambil buku tersebut, yang telah dipegang oleh Vely duluan. Tangan Ario pun memegang tangan Vely.
“Makasih. Gue bisa sendiri.” Seru Vely menyadarkan Ario yang masih memegang tangannya.
“Oke kalo itu mau lo.” Ario kecewa dan pergi.
Vely pun ke bangkunya, Reni dan Diah pun terpukau melihat kejadian tadi.
“Kayanya Ario perhatian banget sama lo, Vel.” Seru Anna.
“Padahal sama cewek lain aja dia dingin, belagu, sok jual mahal.” Diah menimpali.
“Perasaan lo aja kali. Lagian nih, kalo Ario nembak gue, gue juga ga akan terima dia. Orang gue juga gak suka sama dia.” Kata Vely.
“Oya? Masa sih? lo gak suka cowok kaya Ario? Lo kan tau Ario tajir, ganteng, udah gitu perhatian dan beik banget sama lo. Lagian Ario juga belum tentu kan nembak lo. Yang ada udah takut duluan kali gara-gara lonya galak.” Reni menyindir.
Meski kesal namun Vely mencoba menahan marahnya. “Iya kali ya. Ario juga ga mungkin mau sama cewek galak kaya gue.”
            Bel berdering. Ank-anak pun telah duduk di bangkunya masing-masing, menanti kedatangan seorang guru. Ario yang baru masuk, menuju papan tulis dan berdiri di podium depan kelas. Ia menuliskan I © YOU di whiteboard.
“Temen-temen gue mau bilang sesuatu sama lo semua. Sebenarnya dari awal gue udah cinta sama dia, gue sayang banget sama dia dan gue mau dia jadi cewek gue. Lo mau gak jadi cewek gue, Reni?” seru Ario membuat anak-anak bersorak. Ditambah lagi setelah Reni bilang ‘Iya’.
Vely yang mendengar barusan merasa terkejut dan sekaligus senang. Ia pun memberi selamat pada Reni. Ario kembali ke bangkunya. Saat melewati Vely, ia berhenti. Vely pun berdiri dan mengulurkan tangannya memberi selamat. Ario menyambut tangan Vely dan mendekati wajah Vely membisikan sesuatu.
“Lo pasti tadi berharap gue nembak lo kan?” bisik Ario.
Vely segera menjauh dari wajah Ario dan berusaha melepaskan tangannya yang dipegang earat Ario. “Ya pastilah, gue berharap lo bisa langgeng sama Reni.” Seru Vely sambil menepuk punggung Ario.
©©©
            Sebulan berlalu, sebulan pula sudah hungan Reni dan Ario. Ario kini sangat perhatian pada Reni terutama di kelas dan dimana pun ketika Reni bersama Vely. Hal itu kadang membuat Vely iri pada Reni dan kadang ada penyesalan telah menolak Ario berkali-kali. Vely pun sering terbayang anadaikan ia memiliki pacar, namun yang terbayang selalu Ario yang menjadi pacarnya. Saat bayangan Ario muncul, Vely pun segera sadar dari lamunannya.
“Mikir apa sih gue?” gumam Vely.
Vely yang saat  itu sedang di rumah Ario untuk mengerjakan tugas kelompok, menunggu anak-anak yang lain yang belum pada datang. Pembatu di rumah Ario pun kembali menemui Vely setelah ia beberapa menit menunggu.
“Sebentar ya, mbak yu. Arionya baru bangun.”
“Iya deh, Bu. Makasih ya.” Seru Vely yang heran.
Ya ampun. Udah jam 10 masih tidur lagi nih anak. Kata Herman jam 10 ngumpul di rumah Ario. Jangan-jangan gue dikerjain lagi. Gumam Vely.
Tak lama Ario yang belum mandi dan masih kusut, menemui teman yang pembantu bilang. Ario mengucak-ucak matanya, melihat Vely yang sedang duduk di ruang tamu.
“Vely, lo kok disini?” tanya Ario heran.
“Gue kesini buat kerjain tugas kelompok sejarah kan. Kata Herman jam 10. Tapi yang lain kemana? Lonya juga baru bangun.”
“Dia bilang sama gue jadinya jam 1. Kayanya kita berdua dikerjain. Lo mau balik dulu?” Kata Ario hati-hati.
“Balik lagi? Jauh banget. Tapi kalo lo keberatan gue nunggu, yah gue balik dulu aja juga gapapa.” Kata Vely.
Ario yang mendengar kata tersebut, ingin segera mencegah Vely pulang. Namun ia berusaha menahan emosinya.
“Maksud gue bukan ngusir lo. Yaudah lo nunggu aja, sambil kerjain dulu. Biar cepet selesai, gimana?” tanya Ario.
“Oke.”
Ario pun mengajak Vely ke lantai 2 rumahnya dan mempersilahkan Vely menunggu di ruang nonton tivi depan kamarnya. “Bentar ya, gue ambil laptop dulu.” Kata Ario yang masuk ke kamarnya.
“Gue mandi dulu ya.” Kata Ario usai memberikan laptop.
            Vely pun mengerjakan makalah sejarah hasil perngamatan di museum perumusan teks proklamasi yang kemarin kelompok mereka telah kunjungi. Hampir sejam Vely mengerjakan,  namun Ario belum keluar dari kamarnya.
“Lama banget tuh orang mandinya. Gue yang cewek kalah deh.” Gumam Vely.
Vely pun membuka dokumen lain di laptop Ario. Tiba-tiba ia menemukan fotonya di suatu folder. Ia menemukan banyak fotonya yang diambil tidak sadar saat di museum kemarin. Ia yang syok langsung menghapusnya tanpa bilang-bilang ke Ario.
“Apa-apan sih Ario. Dia bilang dia udah gak cinta lagi sama gue. Dan dia bahagia udah nemuin Reni yang katanya lebih baik dari gue. Tapi kenapa dia masih simpen banyak banget foto gue yang gue upload di facebook dan foto gue diam-diam di museum kemaren. Kalo sampe Reni liat bisa gawat. Yah, meski gue sebenarnya masih berharap Ario cinta sama gue dan ngejar-ngejar gue. Gue kangen sama Ario yang dulu, yang selalu gangguin gue dengan gaya cengengesannya.” Gumam Vely.
            Vely kaget saat pintu kamar terbuka dan Ario tiba-tiba muncul.
“Vel, makan siang dulu, yuk, dibawah.” Ajak Ario.
Vely bingung. “Ga mau? Yaudah, gue makan dulu ya.” Seru Ario yang pergi.
“Whoo-ooo, niat ga sih lo nawarin gue makan.” Celetuk Vely.
“Yaudah, ayo. Gue bukan Ario yang dulu, yang ngejar-ngejar lo dan selalu sabar dengan sikap lo yang cuek ke gue.” Kata Ario yang mengejutkan Vely. Vely mengikuti Ario di belakangnya. Dan hatinya cemas setelah mendengar kata Ario barusan. Ternyata bener, Ario ga cinta lagi sama gue. Bener-bener mimpi buruk dan hukum karma sepertinya berlaku. Masa sih sekarang gue yang harus cinta dan ngejar-ngejar Ario.
Tanpa berkata apapun, Ario dan Vely makan siang di satu meja makan. Ario yang habis duluan makannya, segera pergi meninggalkan Vely.
“Gue keatas dulu ya. Pengen nerusin kerjaan lo yang tadi.” Seru Ario.
Vely yang terkejut hanya diam dan membiarkan ia makan sendirian di rumah orang.
Di lantai 2, Ario menelvon Herman.
“Eh, Man maksud lo apaan sih suruh Vely dateng jam 10 ke rumah gue. Udah tau gue masih tidur.” Ario langsung nyerocos saat telpon diangkat.
Herman langsung tertawa girang.
“Sorry, Yo. Gue iseng aja. Abis gue kan tau lo, Yo. Pasti lo masih suka kan sama Vely. Lo masih ngarep Vely jadi cewek lo kan semenjak lo ditolak berkali-kali.”
“Sok tau lo!”
“Tapi bener kan, hasil hipotesis gue. Meski lo udah pacaran sama Reni, tapi itu Cuma buat manas-manasin Vely dan pelampiasan kekecewaan lo sama Vely kan. Tipuan lo dari kelas X udah bisa gue tebak. Dari lo pacaran sama Ladys, Tia, Ayus, Deshi.”
“Diem lo. Awas aja kalo lo emebr sama Vely. Pokonya kali ini gue gak boleh gagal. Gue bakal abis-abisan bikin Vely cemburu buta sama gue. Gimana pun carannya. Soalnya gue udah cape pacaran sama cewek yang gak gue cinta.”
©©©
            Malam harinya, pukul 11 malam Vely mematikan lampu kamarnya usai belajar. Namun saat ia ingin tepar di tempat tidurnya, handphonenya berdering. Calling dari phsychopath yang telah diganti menjadi sweetheart semenjak Vely merasa kangen dengan tingkah Ario yang dulu.
“Ada apaan ya, malem-malem Ario nelvon?” Vely heran. Ia pun mengangkat panggilan
“Vel, gue mau lo keluar sekarang. Gue ada di depan rumah lo.” Seru Ario. Vely langsung membuka jendela kamarnya dan melihat Ario.
“Please, Vel.”
Vely pun keluar teras dan menghampiri Ario di seberang jalan rumahya.
“Vel, maksud lo apa sih delete data-data gue di laptop gue? Hak lo apa ikut campur privacy gue?” Ario nyolot.
Vely syok dan kecewa melihat Ario yang berkata kasar padanya untuk pertama kali.
“Maksud lo foto-foto gue yang ada di laptop lo?” Vely heran.
“Menurut lo? Inget ya, Vel, lo boleh tolak gue mentah-mentah, tapi lo gak berhak ikut campur urusan gue, karena lo bukan siapa-siapa gue. Pacar juga engga, meski sebagai temen juga lo gak anggep gue kan.”
“Oke, gue minta maaf. Gue delete foto-foto gue karena gue takut Reni liat dan dia salah paham. Lo yang bilang kan kalo lo cinta sama Reni melebihi cinta lo ke gue.” Vely sedih.
Ario diam dan melihat mata Vely yang memandangnya dalam-dalam.
“Tapi tetep aja. Harusnya lo minta izin ke gue untuk liat dokumen-dokumen pribadi gue. Karena itu hak gue, hak gue untuk tetap cinta sama lo meski lo udah tolak gue mentah-mentah.” Kata Ario yang mulai berkaca-kaca. Deg. Mendengar hal tersebut, jantung Vely berdegup kencang. Ia tak berani menatap Ario lagi. Namun Ario segera naik motor  dan menghidupkannya.
“Gue harap, Reni bisa buat gue bener-bener lupain lo.” Kata Ario yang bersiap-siap menggas motornya.
“Jangan lakuin itu, Yo. Please.” Kata Vely menghentikan Ario.
“Karena gue cinta sama lo.” Kata Vely yang memberanikan diri berkata sesuatu yang hampir 2 tahun ia pantang ucapkan yang justru dinantikan oleh Ario. Ario syok dan hanya diam mati gaya.
Dengan kaki gemetar Ario mendekati Vely mencoba bicara.
“Gue gak salah denger kan, Vel. Lo serius cinta sama gue dan lo mau jadi cewek gue? Ini pasti mimpi!” tanya Ario yang penasaran dan masih belum bisa terima kenyataan.
“Ini bukan mimpi, Yo. Cuma mungkin guenya aja kali ya yang mengigau.” Ledek Vely.
Ario mengacak-acak rambut Vely. “Rese.” Ario bersorak tak bisa menahan rasa gembiranya.
©©©



THIS STORY IS INSPIRED BY MY FIRST LOVE IN JUNIOR HIGH SCHOOL, ONE GRADES

I LOVE YOU
YESTERDAY
© AFR ©

Comments

Popular posts from this blog

October 26, 2011 Today is my birthday. Nothing special today. There is no cake. There is no gift. There is no celebration. But my classmate, who really care to me, give me shake hand and pray for me. I’m so touched. Thanks so much for Kiki (Rizky Mafriza), Pitri (Hapitri Muldiyaman), Ncim (Triyani Dewi Wahyuni), Andri, Sari, Via, Uni (Juniah Watie), Yulia Fizriyan, Niken Febriyanti, Dila (Fadila Amalia), Lisa Afifah, Eka Ratna Sari, Ria (Badriyah),   and Day (Dayanti Ika Sari) who have birthday one day after me.Thanks for your songs “happy birthday”. Love you guys. I’ll always remember how care you are... J Gue berharap,, di umur gue yang ke-20 tahun ini,, yang udah kepala 2.... gue bisa dewasa, cepet-cepet lulus dan dapet kerja, bisa bantu ortu cari nafkah. Bisa bahagiaan dan membanggakan ortu gue kelak, dan balas semua jasa-jasa mereka secepat mungkin. Bisa mandiri. Sukses dan mewujudkan semua cita-cita dan impian gue. Sukses dunia akhirat pastinya juga. Menjadi anak ya...

Sebuah Pelajaran Hidup

Pada selasa, 20/8 mecin beli PTPP di harga 1.800, karena saya iri, saya pun pakai REMAIN TRADE LIMIT hingga minus 75jt . Beli sebanyak 400 lot di 2010, dan 200 lot di 2000. Alhasil harga stuck dan tidak naik, bahkan terus merosot. Pada akhirnya, saya harus CUT LOSS, dan RUGI sebagai berikut : Buy Sell 1)        2,000 200 lot        1,970       (782,320.00) 2)        2,010 58 lot        1,980       (227,140.00) 3)        2,010 28 lot        1,855       (458,674.00) 4)     78,625 1 lot     76,500       (248,073.00) 5) ...

Diary

Klo liat ini, jadi inget cowok paling baik yg pernah gw kenal. Tapi sayang, di saat udh ketemu yg bikin nyaman hati, justru terbentur dgn beda agama. Krn yg namanya beda agama, ga akan pernah bisa menyatu. #MirisnyaCeritaCintaIni Spending time with you at night, watching movies, having dinner, talking, kidding, laughing, sharing together. Thanks for being in a part of my life, four months ago. May 16, 2014 Friday Kelas manpaj di kls 6201. Ga Ada sinyal wifi, nunggu di luar dh. Jam 7an, tau2 mas rijal dtg, Jln ke arah gw, Dan gw lgsg sadar. Gw lgsg nunjuk "disana" ooh disini. Hhmm... Dia lgsg msk. Pas di parkir motor, gw ngobrol sm mas Hafid nanya bbm apaan. Trs tau2 mas rijal dtg naik motor. Nanya gerimis. Msh jaga tpst? Bpknya smp malem bgt klo ngajar. Udh byr an? Aku nunggak 5 bln. Blm.. Nunggu rapelan? Aku kn msh lama. Blm prajab 3 bln Nga jadi 3 bln. Cm 3 minggu klo yg bln juni.. (pas belokan mega card center) Emg jadi cuti? Yg ank d1 pada item2 slesai prajab. Pas...